Sun05202012

Last update08:32:34 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Kuliner Kuliner d'Cost, Harga Kaki Lima Mutu Bintang Lima

d'Cost, Harga Kaki Lima Mutu Bintang Lima

Resto yang ada di Kemang ini lagi naik daun, pasalnya restoran yang menyajikan seafood ini menawarkan setiap menunya dengan harga yang sangat-sangat terjangkau alias murah. Kebayang gak sih hari gene masih ada restoran yang menyuguhkan teh dengan harga Rp. 100,-, dan nasi perporsinya Rp., 1000,- dan harga termahal adalah Rp. 90.000,- yaitu Kepiting Bakar Jumbo. Menunya yang cukup variatif merupakan kelebihan tersendiri, seafood Indonesian begitu menu-menu yang disajikan, tapi gak melulu menu laut ternyata menyediakan juga menu darat seperti ayam goreng atau ayam bakar.

Restoran yang diberinama “D'Cost” ini berdiri sekitar kurang lebih sudah 1 tahun lebih, sudah dikenal banyak oleh warga Jakarta, malah sudah buka cabang di Kelapa Gading, Bandung, dan Surabaya. Nama D'Cost sendiri diambil dari The Cost yang artinya harga pokok, dimana harga-harga itu seperti harga para ibu-ibu kalau memasak dirumah, jadi intinya ngapain juga susah-susah masak dirumah dengan segala kerepotannya, lebih baik makan di D'Cost saja. Dan pihak management D'Cost sendiri berani mengklaim bahwa restonya itu termurah di Jakarta. Pastinya banyak yang bertanya, kok bisa ya?! Itu strategi dagang Bro, semua itu sudah dikalkulasi dengan baik oleh hak management, profit tentunya sudah pasti, kalau tidak mana mungkin sudah 4 cabang. 

Sejarah D'Cost sendiri dulunya adalah life café, secara daerah Kemang adalah identik dengan pertumbuhan café yang sangat pesat, namun persaingan ketat membuat pemilik banting setir untuk ganti usaha, dipilihlah restoran seafood, dan kenapa juga memilih seafood, menurut Pak Andi Susangko, manager D'Cost bahwa pilihannya itu merupakan tantangan saja, dulu dipercaya bahwa ada mitos yang berkembang kalau berjualan jenis makanan berat seperti seafood tidak akan laku di Kemang dan harganyapun pasti mahal, namun saat ini mitos itu berhasil dipatahkan. Pada weekend dipastikan tamu-tamu sudah masuk dalam waiting list apalagi peak seassion antara bulan September sampai Desember, hampir rata-rata full book.

Tidak ada menu andalan di D'Cost hanya saja pihak management mengevaluasi bahwa menu yang paling digemari adalah Kepiting Bakar, Kepiting Bumbu Lada Hitam dan Ikan Patin Bakar, dan saat itu Pesona Muda mendapat kesempatan mencicipi Kepiting Lada Hitamnya, dan udang mayonese, mmm yummy.

Ada hal yang menarik di sana, saat order makanan menggunakan PDA, “bukan untuk gaya-gayaan tapi untuk membantu proses pemesanan dan penyajiannya supaya cepat”, tukas Pak Andi sedikit menerangkan.

So….siapa yang mau kesana, bukanya ini resto dari jam 11.00  15.00 dan buka kembali dari jam18.00  22.00 WIB. Kalau mau santai ngobrol dan berlama-lama disana pilih di weekday aja, sepuasnya berlama-lama disana, kalau di weekend harus tahu diri, kan yang pengen makan disana udah waiting list jadi gantian….!!yayi/PM.foto.dharma