Menyantap kuliner khas ala Warso Farm di Bogor merupakan kenikmatan tersendiri. Di Warso Farm gak cuma bisa menikmati lezatnya durian varietas unggul seperti Petruk,
Lay, Sunan, Tembaga, Monthong, dan Si Mas, untuk durian jenis terakhir ini katanya jenis durian kegemaran Presiden Soekarno.
Disini kita tidak membahass tentang lezatnya durian made in Warso Farm tetapi membahas tentang kuliner yang berada di Warso Farm. Selain menyediakan menu durian di seberangnya terdapat restorant yang menyediakan menu ikan bakar, dan yang menjadi favorite menu ikan bakarnya adalah ikan nila, namun ketika Pesona Muda menyambangi kesana, persediaan ikan nilanya sudah habis, wahh…namun kekecewaan terobati dengan ikan mas bakar, tiada rotan akarpun jadi.
Sebenarnya untuk rasa ikan bakar samalah dengan ikan bakar direstoran manapun, namun ada segi kepuasan tersendiri di restoran ini, sambil menikmati ikan bakar juga ada pilhan ayam bakar, kita bisa menikmati indahnya gunung Pangrango begitu juga kecipak air dari sekelompok ikan mas aneka warna ukuran besar yang tak terhitung banyaknya di samping restoran yang memang dibuat diatas kolam ikan, heemm semakin memikat saja.
Setelah menikmati lezatnya ikan bakar tak lengkap rasanya kalau belum menikmati lezatnya durian Pak Soewarso Pawaka ini, nama lengkap sang pemilik perkebuman durian. Memang harganya lebih mahal ketimbang di supermarket, tapi sobat PM gak akan kecewa dengan harganya, karena kualitas duriannya yang memang terjamin, tebal dagingnya dan muanntap kalee rasanya. Benar-benar lidah dimanjakan.
Mencari Warso Farm tidaklah sulit, dari Jakarta kurang lebih menghabiskan waktu 1-1,5 jam untuk men capai arel perkebunan itu, dari jalan Desa Cihideung perkebunan tersebut amat mudah dikenali karena dipintu gerbangnya dipasang replika durian berukuran sangat besar. Selamat berhunting durian!




