Hallo sobat PESONAmuda,, ada kabar gembira buat kalian yang menggemari film-film Hollywood. Yupp Film Harry Potters and The Deathly Hallows Part 2 menjadi film terbaru dan pertama yang di putar di bioskop-bioskop seluruh Indonesia dengan resmi oleh GPBSI (Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia) di XXI Jakarta Theater, setelah sebelumnya diberhentikan oleh pemerintah untuk film-film Hollywood karena masalah pajak beberapa bulan yang lalu.
Harry Potters and The Deathly Hallows Part 2 ini melanjutkan kisah dari episode pertamanya. Dalam gala premiere di Jakarta theatre film Harry Potters and The Deathly Hallows part 2 yang memang ditunggu-tunggu disaksikan oleh para wartawan ini cukup menegangkan, pasalnya Harry yang menjadi buronan nomer satu bagi para pengikut Lord Voldemort yang pada waktu itu berhasil mencuri Cangkir milik Voldermort yang dititipkan di brankas barang-barang milik Bellatric Lestranger di bank Gringgots, yang merupakan salah satu horcrux (kepingan jiwa) keempat Voldermort. Cangkir tersebut sebenarnya milik Helga Hufflepuff pendiri Hogwarts. Setelah mereka berhasil mendapatkan horcrux keempat, trio tersebut melanjutkan ke Hogwarts untuk mencari horcrux kelima yaitu berupa mahkota milik Rowena Ravenclaw’s yang keberadaannya ada di Hogwarts. Hogwarts kali ini bukanlah tempat yang hangat seperti dulu lagi. Para dementor menanti di sekeliling kastil Hogwarts, sementara Voldemort dan pengikut-pengikutnya siap untuk menyerang Hogwarts guna mencari Harry. Celakanya Harry belum menemukan mahkota tersebut.
Ada satu alasan kenapa pertarungan-pertarungan di Harry Potter ini jauh lebih berkesan dan itu adalah karena kita mengenal setiap karakternya. Franchise film ini memiliki deretan casting paling konsisten selama sepuluh tahun terakhir, hanya mengganti sosok Dumbledore pada Michael Gambon yang sebelumnya adalah Richard St John Francis Harris yang meninggal tahun 2002, kalian bisa melihatnya di seri yang 1 -2. Pada tokoh utama Daniel Radcliffe, Rupert Grint, dan Emma Watson membuktikan bagaimana mereka sudah sangat-sangat menjiwai peran mereka, hingga kita menyaksikan pertumbuhan mereka dari kecil hingga remaja, setiap detail film Harry Potter seakan kita para penonton ikut berperan didalamnya, kematian yang merenggut kita kesedihan kita rasakan pula.
Di antara deretan casting yang luar biasa (mengembalikan banyak wajah-wajah lama di film termasuk Gary Oldman sebagai Sirius Black, saya perlu mengacungkan jempol kepada Alan Rickman sebagai Severus Snape. Bagi yang telah membaca bukunya tentu tahu akhir pahit manis perjalanan sang guru Potion ini dan Rickman tampil total menghidupkan semua adegan-adegan yang diberikan kepadanya. Ketika ia merasa sakit, “akupun seakan bisa merasakan kesakitannya”, ujar Rickman dan itu adalah pencapaian tertinggi yang bisa dilakukan oleh seorang aktor: membuat penonton berempati sepenuhnya kepadanya.
Setelah menghancurkan Horcrux kelima dan menemukan makna dari The Deathly Hallows, Harry, Ron dan Hermione terus mencari Horcrux lainnya dalam upaya untuk menghancurkan Lord Voldemort, dan horcrux terakhir adalah Nagini, ular yang selalu mengikuti kemana Voldermort pergi. Apalagi sekarang Voldemort telah memiliki Tongkat Elder, tongkat milik Albus Dumbledore yang merupakan tongkat sihir terkuat. Namun sebuah tongkat sihir hanya bisa dimiliki dan dikuasai oleh keinginan tongkat tersebut, sedangkan Tongkat Elder bukanlah milik Voldermort.
Harry Potter and The Deathly Hallows part 2 secara konsisten mampu tampil menghibur, mengaduk emosi penonton dan memberikan sebuah petualangan yang begitu mengagumkan, menyentuh dan sekaligus memberikan sebuah pengalaman tersendiri bagi penonton.
Namun perlu digaris bawahi happy ending pada scene terakhir film ini, kamu-kamu akan dikejutkan dengan tiga sekawan ini Harry, Ron dan Hermione yang sudah mempunyai keluarga masing-masing serta anak-anak mereka yang juga seorang penyihir. So jangan lewatkan sobat PESONAmuda. (jaka)




