Thu02232012

Last update07:42:53 AM GMT

Font Size

Profile

Menu Style

Cpanel
Back Movie Movie In Real Steel Pertarungan Tinju Robot Dengan Robot

Real Steel Pertarungan Tinju Robot Dengan Robot

Menonton tinju yang pesertanya manusia mungkin bagi kamu hal biasa sobat pesona muda, tapi tidak untuk film yang satu ini. Yupp Film Hollywood yang lagi laris di Amerika, Real Steel di setting pada masa depan, dimana olahraga tinju tidak lagi dilakukan oleh Manusia, melainkan oleh Robot. Charly Kenton (Hugh Jackman) memerankan seorang promotor tinju yang notabene juga mantan petinju di masanya.


Charlie Kenton (Hugh Jackman) mengurus sebuah robot miliknya seberat 1 ton dan setinggi 3 meter yang bertanding tinju. Kalau melihat konsepnya, film Real Steel nampak seperti sebuah film yang sangat aneh. Dari Tinju robot Charly menghasilkan banyak uang dari mempertarungkan robot tersebut, berpindah dari tempat bertanding “Underground” satu ke tempat lainnya. Disaat Charly dalam masa terpuruknya gara-gara kalah dan terus penasaran (alias membeli robot baru terus menerus) hutang Charlie terus menumpuk dan sosok mantan petinju ini mulai kehabisan akal membayar hutang sekaligus untuk membeli robot baru.


Keberuntungan Charlie datang lagi saat mendengar bahwa mantan istrinya meninggal dan ia kejatuhan hak asuh dari anak mereka Max (Dakota Goyo). Charlie yang tak ingin mengurus Max kemudian ‘menjual’ hak asuhnya kepada paman dan bibi Max yang ingin mengasuh si bocah. Syaratnya adalah Max harus ikut dengan Charlie selama tiga bulan karena sang paman dan bibi ingin berbulan madu terlebih dahulu.  Selama merawat Max, charly justru mendapatkan semangat untuk menemukan robot yang bagus, walaupun robot itu max temukan ditempat pembuangan besi tua. Bersama Charly, Max terus melatih Robotnya untuk kejuaran yang sudah di depan mata. Mereka berada di arena yang brutal, seperti tidak ada yang akan selamat keluar dari kondisi seperti itu, namun Charly dan anak nya Max melawan semua rintangan untuk menjadi yang terbaik dan selalu menang.

Sajian utamanya film ini tentu saja terletak pada pertarungan antar robot-robotnya. Real Steel sukses sekali menjual ini baik dari segi teknik maupun segi emosi. Tahukah kalian bahwa koreografi pertarungan dalam film ini ditangani oleh petinju legendaris Sugar Ray Leonard? Tak mengherankan film ini memiliki deretan pertarungan yang sangat keren! Belum lagi pergerakan kamera sangat dinamis mensyuting antara pertarungan para robot (yang super luwes!) dan teriakan para penonton. Rasanya seperti sungguhan menonton sebuah pertarungan. Real Steel sangat berbeda dengan film-film robot yang ada. Saya bersorak, saya menangis, saya tertawa, saya bertepuk tangan, saya ingin Atom(sebutan robot Max), Charlie, dan Max untuk bisa menang dalam pertarungan-pertarungan mereka yang kala itu sedang melawan robot Zeus yang tak terkalahkan dari berbagai robot. dalam satu roundenya Zeus dengan cepat menghabisi musuhnya hingga hancur. Tapi dengan robot Atom yang dilatih oleh Max, Zeus tak berdaya untuk mengalahkan Atom dalam satu rounde.

So my verdict is… Real Steel adalah film mengenai robot yang memiliki hati di dalamnya. Kalau hanya ada satu pilihan film robot untuk sobat PESONAmuda tonton tahun ini maka pastikan itu Real Steel di bioskop-bioskop kesayangan kamu. (jaka)